Jumat, 28 September 2018 09:53 WITA

Disiplin Militer Mengantarkan Suwanta jadi Chef Profesional

Editor: Adil Patawai Anar
Disiplin Militer Mengantarkan Suwanta jadi Chef Profesional
Executive Chef Four Points by Sheraton Makassar, Suwanta.

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Siapa tak tahu Four Points by Sheraton Makassar. Hotel yang berada di Jalan Andi Djemma, Kota Makassar ini terkenal punya fasilitas dan pelayanan maksimal ala Hotel bintang 4empatplus.

Namun lebih dari itu. Tamu Four Points by Sheraton Makassar selalu dibuat terkesan. Terlebih pada sajian kulinernya yang membuat para tamu selalu meninggalkan kesan pujian. Baik dari mulut ke mulut maupun di media sosial.

Pencapaian kuliner istimewa itu berasal dari tangan dingin Executive Chef Four Points by Sheraton Makassar, Suwanta.

Siapa sangka, pria kelahiran 7 April 1977 Klaten, Yogyakarta ini tak pernah berpikir menjadi Chef. Malahan sejak kecil, Suwanta bermimpi berkarir di dunia militer. Seperti ayahnya.

"Menjadi chef itu sebenarnya cita-cita saya yang ke tiga. Ayah saya merupakan Paspampres (Pasukan Pengamanan Presiden era Presiden Soeharto). Jadi saya dari kecil ingin sekali menjadi tentara," kata Suwanta mengawali ceritanya.

Disiplin Militer Mengantarkan Suwanta jadi Chef Profesional

Pria tinggi berbadan tegap ini menjelaskan, awal dirinya menyukai dunia kuliner dikarenakan kebiasaan sejak kecil. Dari delapan bersaudara, laki-laki lima dan perempuan tiga, dirinya mendapat tugas untuk bagian dapur.

"Jadi sejak kecil kita didik disiplin seperti itu. Semua pakai skedul, na pada saat itu saya bagian masak," kata pria bersuara berat ini.

Sering mendapat pujian pada setiap masakannya, ayah dari tiga anak ini semakin yakin mendalami hobi barunya itu. Setelah lulus SMA, Suwanta memilih kuliah di Teknologi Kulinari 
Jogja. 

"Selain itu, saya menyukai melihat orang yang bekerja di properti yang tinggi. Dari situ saya punya motivasi kerja menjadi chef profesional," jelasnya.

Disiplin Militer Mengantarkan Suwanta jadi Chef Profesional

Kunci Sukses

Suwanta kini bisa menikmati hasil kinerja kerasya. Menurutnya, menjadi chef profesional, semua keinginan bisa terwujud. Ia menyarankan, jika chef kini harus menjadi cita-cita wajib anak-anak Indonesia.    

"Kerja ini sangat-sangat menjanjikan. Cukup beli rumah, mobil, dan jalan-jalan ke luar negeri," katanya sambil tertawa.

Menurut Chef spesialis western food dan Asian ini, berkarir di dunia chef gampang-gampang susah. Namun di era dunia milenial saat ini, tak ada kata susah untuk belajar.

"Sekarang jaman milenial konsep untuk belajar lebih mudah. kalau kita dulu hanya belajar dari buku. Sekarang banyak media sosial, youtube instagram. Media dahsyat untuk belajar cepat," jelasnya.  

Disiplin Militer Mengantarkan Suwanta jadi Chef Profesional

Baginya, kunci sukses ketika seseorang tidak pernah puas setiap karya yang ia ciptakan. Apalagi di dunia kuliner. Seorang chef harus objektif dalam menentukan pilihan. Terlebih lagi dalam bekerja 

"Tim saya adalah bos saya, saya minta simpel, kamu senyum sama tamu saya, kamu masak enak, kamu berikan pelayanan terbaik.

Bagi chef pemula, lanjut Suwanta, jadikan food adalah fashion. Fashion setiap hari update. Selain itu, menurutnya, makanan seperti wanita cantik, jika diberikan pakaian dan perhiasan lebih, ia akan menjadi lebih menarik.

"Intinya cintailah pekerjaanmu dengan total. Kalau kita profesional dan total, pasti kita mencapai level terbaik," pungkasnya.