Senin, 22 Oktober 2018 21:54 WITA

Haidar Madjid Melaju "Bermodal" Pertautan Hati

Penulis: Rizal - Arfa Ramlan
Editor: Mulyadi Abdillah
Haidar Madjid Melaju
Haidar Madjid saat berbincang dengan awak redaksi di Kantor Rakyatku.com, Senin (22/10/2018) sore. Foto: Arfa Ramlan

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Apa yang terbersit dalam benak Anda pertama kali jika mendengar nama Haidar Madjid? Jawabannya kemungkinan ada tiga. Berkepala plontos, penuh dengan kejutan, dan komunikatif.

Haidar Madjid kini mencalonkan kembali sebagai legislator DPRD Sulsel di dapil yang sama, Makassar B. Meski berstatus incumbent, Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Sulsel ini enggan jemawa. 

Pria kelahiran Makassar, 18 Mei 1969 itu sadar tidak ada yang mudah dalam menggapai impian hidup. Termasuk persaingan di dapilnya menuju Pemilu 2019 nanti. 

"Saya prediksi sengit," ucap Haidar mengawali perbincangan dengan awak redaksi di Kantor Rakyatku.com, Senin (22/10/2018).

Kota Makassar bukanlah "gelanggang" yang asing bagi Haidar. Sebelum terpilih sebagai legislator DPRD Sulsel pada Pemilu 2014, alumnus Fisipol Universitas Hasanuddin ini sudah menjabat legislator DPRD Makassar. 

Saat terpilih pada Pemilu 2009, ia langsung dipercayakan oleh Reza Ali (Ketua DPD Partai Demokrat Sulsel kala itu) menjabat Wakil Ketua DPRD Makassar. Di sinilah, cikal bakal Haidar "pandai" merawat konstituen dan memperjuangkan aspirasi. 

Haidar Madjid Melaju

"Modal" inilah yang dimiliki Haidar untuk "naik kelas" ke DPRD Sulsel. Hasilnya, Haidar mendulang 13.457 suara. Inilah perolehan suara terbesar di dapilnya, "buah" dari merawat silaturahmi dengan konstituen. 

Jangan heran kalau agenda Haidar selalu padat hingga saat ini. Ada berbagai undangan dari konstituennya yang masuk ke ponselnya. Mulai undangan pernikahan hingga hajatan akikah.

"Saya janjikan kepada mereka bahwa selama saya ada di Kota Makassar, saya akan hadir sendiri. Kalau misalnya saya lagi di luar kota atau ada urusan lain, maka saya jamin istri saya yang akan mewakili," tutur Haidar.

Pria berslogan "Aku Memilih Setia" ini mengaku selalu meluangkan waktu atas undangan dari konstituennya. Tak ada satupun undangan yang terlewatkan. Dengan catatan,  sang empunya acara menyampaikan atau menghubunginya via ponsel.

Haidar memang dari dulu membagikan nomor ponselnya kepada setiap warga yang ditemui di dapilnya. Baginya. antara pemilih dengan dirinya tidak bisa berjarak.

"Itu (menghadiri undangan) sudah berlangsung bukan hanya pada kondisi-kondisi jelang pemilu seperti ini tapi itu sudah berlangsung bertahun-tahun," paparnya.

Ia menepis anggapan, setiap bertemu konstituen identik dengan merogoh kocek. "Baru-baru ini saya menghadiri sebuah acara. Saya justru yang ditraktir. Hahaha. Inilah pertautan hati," ujarnya.

Haidar menyadari betul jika dirinya bukan lahir dari seorang politikus ataupun dari kalangan yang mapan. Oleh karena itu, jalinan silaturahmi-lah yang dijadikannya "senjata utama" dalam mendulang suara.

"Modal saya adalah silaturahmi. Apalagi saya ini tidak terlahir dari rahim seorang pejabat. Saya juga tidak dilahirkan dari keluarga yang kaya raya," tutupnya.