Kamis, 08 November 2018 18:33 WITA

"Ibu Menanam Hal Baik, Saya Memupuk dan Menyiramnya," Kacamata Ina Berembun

Editor: Aswad Syam
Andi Ina Kartika Sari saat bertandang ke kantor Rakyatku.com, Kamis (8/11/2018).

RAKYATKU.COM, MAKASSAR -- Mengenakan baju lengan panjang kuning gading, Andi Ina Kartika Sari tampak serasi dengan jilbab hitam bermotif.

"Hajah Andi Tja Tjambolang jadi inspirasi saya untuk jadi legislator," ujar anggota DPRD Sulsel ini, saat berkunjung di kantor Rakyatku.com, Kamis (8/11/2018). Ina diterima Direktur Rakyatku.com, Subhan Yusuf, juga Pemimpin Redaksi Mulyadi Abdillah dan Wadir M Taufik.

Hj Andi Tja Tjambolang, adalah ibunya. Tiga periode, Andi Tja duduk di DPRD Sulsel, mewakili Barru.

Sambil memperbaiki posisi kacamatanya, Ina melanjutkan, darah politik di nadinya, dari situ.

Kagum dengan sang ibu, Ina kemudian masuk sebagai kader Partai Golkar pada 2004. Di partai berlambang beringin rimbun itulah, ibunya pernah bernaung.

"Awalnya saya masuk partai, karena saya berlatar notaris, saya butuh link. Maka saya masuk di organisasi, salah satunya partai politik," ujarnya.

Menurut Ina, kala ibunya tidak lagi jadi anggota dewan, dia pun kemudian berpikir untuk masuk jadi politikus.

Dia lalu menjadi caleg pertama kali pada tahun 2009. "Meski cap Andi Tja, tapi bukan itu. Pak Ajiep dan Pak Rum yang minta saya maju. Ibu saya tak pernah paksakan," ujarnya tersenyum.

Menurut Ina, ibunya cuma menyampaikan dua hal. Politik itu dunia abu-abu. Juga jangan cengeng.

Seiring berjalannya waktu, Ina kemudian turun ke masyarakat. Dia turun secara mandiri, tidak didampingi sang ibu.

Loading...

"Akhirnya saya tahu 55 desa dan kelurahan di Barru. Saya akhirnya tahu banyak yang perlu diperjuangkan
 di pelosok-pelosok desa. Misalnya saya di bagian anggaran, apa yang bisa saya berikan untuk mereka di pelosok-pelosok desa," bebernya.

Periode pertama 2009, Ina terpilih. Itu dia anggap sebagai rezeki yang tak ternilai harganya.

"Alhamdulillah, saya bisa membuat ibu saya bangga. Kalau kita punya niat baik dan ikhlas, pasti Allah mudahkan," ungkapnya.

Padahal waktu itu lanjut Ina, dia punya rival yang berat. Ada istri bupati. Namun, Ina membuktikan bahwa niat baik dan ikhlas kemudian mengantarnya ke kursi wakil rakyat.

Kala itu, Ina adalah legislator wanita termuda. Sementara legislator pria termuda kala itu adalah Adnan Purichta Ichsan (sekarang Bupati Gowa). 

"Jadi itu tidak lepas dari doa orang tua. Juga niat baik dan usaha yang ikhlas," bebernya.

Ina bersyukur. Selama ibunya menjadi anggota dewan, telah menanam banyak hal baik. "Jadi saya tinggal memupuk dan menyiramnya," katanya sambil membuka dan melap kacamatanya yang berembun.

Hal lain yang mendorong Ina untuk jadi wakil rakyat, tak lepas dari kakeknya, Tjambolang. Dia adalah sullewatang di Mallusetasi. Sullewatang kata Ina adalah penyambung lidah rakyat ke pemerintah. "Jadi itu cocok dengan peran saya di dewan," pungkasnya.

Loading...
Loading...