Sabtu, 23 Februari 2019 13:22 WITA

Kepala BPOM Makassar Gunakan Cara Ini Agar Betah di Tempat Baru

Penulis: Andi Asoka Ulfa
Editor: Aswad Syam
Kepala BPOM Makassar Gunakan Cara Ini Agar Betah di Tempat Baru
Kepala BPOM Makassar, Abd Rahman Rahim

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Makassar, Abd Rahim, menceritakan dirinya sering dipindahtugaskan ke berbagai daerah di Indonesia. 

Sebelum menjadi Kepala BPOM Makassar, dia adalah orang yang mendirikan dan menjadi Kepala BPOM pertama di Kota Gorontalo pada 2008. 

Ia mengatakan, dirinya diberikan kepercayaan membuka kantor BPOM di Gorontalo. Mulai mendirikan kantor hingga merekrut staf yang akan bekerja di sana, ia lakukan. 

"Saya Kepala BPOM pertama di Gorontalo tahun 2008, kurang lebih lima tahun tugas di sana kemudian dipindahkan ke Yogyakarta," ujarnya beberapa waktu lalu. 

Dia mengungkap, meski memiliki beberapa kendala saat pertama kali memimpin BPOM di Gorontalo, dirinya berhasil meraih penghargaan pengelolaan keuangan terbaik di seluruh satker. 

"Kelebihannya karena pegawainya semua masih muda-muda. Kami berhasil mendapatkan penghargaan waktu itu," kata pria lulusan Apoteker Unhas Makassar dan Magister Farmasi ITB Bandung ini. 

Dia selalu memotivasi seluruh stafnya dari luar daerah, untuk mencintai kota tempatnya bertugas. 

Menurutnya, mencintai tempat bekerja akan membuat betah dan lebih fokus dalam mengerjakan tugas. 

Loading...

"Bagi saya ketika ditempatkan di suatu tempat, saya harus mencintai tempat itu. Karena kalau kita tidak mencintai tidak akan betah, kalau kita tidak betah, tidak bisa konsentrasi kerja. Tidak ada tempat yang saya anggap jelek. Saya selalu memotivasi staf agar mencintai tempat bekerja," katanya. 

Di mana pun dirinya ditempatkan, Ia selalu menjadikan tempat tersebut sebagai kampungnya sendiri. 

"Saya selalu mengatakan di sinilah kampung saya sekarang, jadi pikirannya tidak selalu kapan libur, kapan pulang kampung," ujarnya. 

Dia mengaku sangat senang bekerja di BPOM, karena tugas utama melindungi masyarakat dari mengonsumsi obat dan makanan yang tidak baik merupakan anjuran agama. 

"Sukanya kita melindungi masyarakat dari mengonsumsi obat dan makanan jadi dapat gaji dapat pahala. Inikan diajurkan agama. Kita ingin generasi muda kita, masyarakat, kesehatannya bagus," pungkasnya. 

Riwayat Pekerjaan: 

  • BPOM Palu 1991-2008 
  • Ka.Balai POM Gorontalo 2008-2012 
  • Ka.Balai Besar POM Yogyakarta 2012-2014 
  • Ka.Balai Besar POM Bandung 2015-Mei 2018 
  • Ka.Balai Besar POM di Samarinda ( wilayah Kaltim dan Kaltara) Mei-September 2018 
  • Ka. BBPOM Makassar mulai 28 September 2018-sekarang 
Loading...
Loading...