Minggu, 28 Agustus 2016 06:00 WITA

Kisah Iptu Albertho Heru Ponato, Anggota Polri yang "Go Internasional”

Editor: Vkar Sammana
Kisah Iptu Albertho Heru Ponato, Anggota Polri yang

RAKYATKU.COM - Bisa menempuh pendidikan di luar negeri, apalagi di negara-negara maju seperti China, Jepang, Australia, Amerika Serikat, dan negara lainnya, tentu merupakan kebanggaan tersendiri bagi sebagian besar anggota Polri.

Hal ini dirasakan oleh Kasat Intelkam Polres Belu, Nusa Tenggara Timur, Inspektur Polisi Satu (Iptu) Albertho Heru Ponato SIK, yang dikirim ke Negeri Tirai Bambu China oleh Divisi Hubungan Internasional (Divhubinter) Polri, dalam rangka Training Program ASEAN Countries On Combating Organized Illegal Border Crossing (membahas tentang pemberantasan organisasi kejahatan lintas batas negara).

Bersama dengan perwakilan Delegasi Negara ASEAN lainnya yakni Malasyia, Vietnam, Thailand, Filipina, Mynmar, Kamboja, Laos, Singapura dan China selaku tuan rumah, Iptu Albertho menjalani training selama 2 (dua) minggu dari tanggal 21 Juni – 5 Juli 2016, di Guangxi Police Collage Nanning, Tiongkok, salah satu Universitas Kepolisian milik China.

Sebelum dikirim ke China, Kasat Intelkam Polres Belu Iptu Albertho harus menjalani tes bahasa Inggris menyangkut listening, writing dan interview. Dari sekian banyak personel yang menjalani tes tersebut, Iptu Albertho dinyatakan lulus dan layak dikirim untuk mengikuti training tersebut. Salah satu wakil Indonesia lainnya yang juga dikirim ke China adalah Iptu Muhammad Yasin SIK, Panit 1 Subdit II Ditreskrimsus Polda Kalimantan Barat.

“Rasanya mimpi bisa lolos dan menjadi salah satu wakil dari Polri untuk join kegiatan internasional di Tiongkok. Dari Indonesia yang dikirim cuma 2 personel dan di China banyak sekali ilmu yang kita dapatkan dan berbaur dengan orang-orang hebat dari delegasi Negara Asean. Kita saling tukar informasi khususnya terkait dengan penanganan permasalahan kejahatan lintas batas negara,” kata Iptu Albertho dikutip Tribratanews.com.

Selama 2 (dua) minggu menimba ilmu di sana, para peserta berjumlah 21 orang mendapatkan tambahan pengetahuan, wawasan dan keterampilan dalam permasalahan Illegal Border yang dilatih oleh pendidik dari Universitas Guangxi Police Collage Nanning, Detasemen anti teror Quangxi dan China’s People Armed Police Foece Academy. Selain itu, peserta juga di berikan pengetahuan tentang segala hal mengenai kebudayaan China serta sejarah perkembangan Korea.

“Kepolisian di China berada di bawah Ministry Of Public Security sehingga dalam setiap permasalahan masyarakat langsung ditangani Kepolisian. Di sana, semua elemen baik itu Pemerintah, Kepolisian maupun perusahaan menggunakan digital sehingga semua sistem dapat terintegrasi dengan baik dan dapat diatasi dengan baik.

Untuk penanganan Illegal Border, mereka menerapkan aturan sendiri bagaimana melakukan evolusi exit dan entry Border yang pada intinya berbeda dengan di Indonesia. Mereka sangat serius dalam mengawasi dan mengatur keluar masuk warga asing yang ke sana,” terang Iptu Albertho.

“Kita juga diajak berkunjung ke Exhibition Hall Guangxi City. Banyak sekali benda-benda bersejarah sekaligus berisi perkembangan searah Guangxi City mulai dari geografi, demografi dan budaya yang berkembang bertahun-tahun. Kita juga diajari dasar-dasar Tai Chi, berkunjung ke Kota wisata Guillin City dan Kota Yangshuo Country. Yang lebih serunya juga kita dilatih huruf China. Pokoknya bangga dan senang karena banyak pengalaman baru yang kita dapatkan dalam training ini,” lanjut Iptu Albertho.

Terkait apa yang sudah didapatkan dari Training ini, harapan Kasat Intelkam Polres Belu kepada Polri dan Stake Holder perbatasan, untuk lebih mengintensifkan koordinasi dan kerja sama dengan para ahli dan akademisi di bidang perbatasan.

“Kita diperbatasan perlu adanya MOU/kesepakatan bersama dengan stake holder yang ada agar bisa secara intens membahas dan menentukan komposisi yang pas dalam menangani ataupun mencegah kejahatan lintas batas. Saya kira, personel yang ada di batas juga perlu ditambah agar pengawasan terhadap kejahatan lintas batas dapat dimonitor dengan baik. Mereka juga perlu dilatih secara khusus dalam hal penanganan kejahatan ini agar tidak salah dalam bertindak,” harap Kasat Intelkam Polres Belu.
 

Tags