Kamis, 15 September 2016 10:22 WITA

Marcom Hotel Dalton yang Terus Mengejar Mimpi

Editor: Andi Chaerul Fadli
Marcom Hotel Dalton yang Terus Mengejar Mimpi

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Irma Machmuddin menjadi perempuan yang suka menggantungkan mimpi atau cita-cita setinggi mungkin. Bagi dara kelahiran Makassar 23 Desember 1989 ini, mimpi itu adalah harapan.

Perempuan yang kini berkarir sebagai Marketing Communication (Marcom) Hotel Dalton Makassar ini bermimpi menjadi seorang notaris. Meski saat ini dia berkecimpung di dunia perhotelan, bukan berarti perempuan yang akrab disapa Chimod ini berhenti mengejar mimpinya.

"Cita-cita itu harus kita gantungkan setinggi langit karena adanya mimpilah yang akan mendorong kita untuk terus berusaha. Setidaknya saya tidak ingin dunia menaklukkan saya. Tapi sayalah yang ingin menaklukkan dunia dengan apa yang saya miliki," katanya

Untuk itu, prinsip pantang menyerah ditanamkan sulung dari pasangan Nurlang dan Machmuddin ini.

Marcom Hotel Dalton yang Terus Mengejar Mimpi

“Saya tidak percaya seseorang bisa sukses mengejar banyak mimpi dalam satu kurun waktu tertentu saja, karena semua itu butuh proses,” ujarnya.

Cita-citanya sebagai notaris berawal dari latarbelakang pendidikannya sebagai lulusan dari Fakultas Hukum Universitas Muslim Indonesia (UMI).

Chimod pertama kali mengawali karirnya di dunia perhotelan sejak tahun 2014. Dia bekerja sebagai sales marketing di salah satu hotel di Makassar. 

Marcom Hotel Dalton yang Terus Mengejar Mimpi

Hingga saat ini, dia masih menduduki jabatan sebagai Marcom. "Walaupun bukan cita-citaku, setidaknya sekarang saya enjoy dengan dunia perhotelan. Karena menjadi Marcom di hotel juga ternyata banyak manfaatnya," kata dia.

Tekanan kerja yang terasa, menurutnya, bisa diatasi. Salah satu caranya dengan berlibur. Chimod kerap memilih bersantai dan bercanda dengan teman-temannya.

Marcom Hotel Dalton yang Terus Mengejar Mimpi 

Pecinta traveling ini tidak pernah merasa waktunya terbuang percuma karena aktifitasnya yang padat. "Kalau pusing dengan kerjaan, saya memilih ambil cuti dan pergi berlibur. Tapi kalau waktunya hanya sedikit untuk rehat dari kerjaan, cukup dengan berkumpul bersama teman-teman sudah menjadi pengobatnya."