Sabtu, 17 September 2016 11:34 WITA

Mengenal Sosok Badaruddin, Sang Jendral Bagi Jurnalis Pemprov Sulsel

Editor: Almaliki
Mengenal Sosok Badaruddin, Sang Jendral Bagi Jurnalis Pemprov Sulsel
SYL dan Badaruddin (Jendral)

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Badaruddin, meniti karir dari bawah. Itulah yang membuatnya akrab dengan pekerjaan lapangan para awak media. Khususnya yang bernaung di Pemerintah Provinsi Sulsel. Pria yang baru saja menjabat sebagai Kepala Bagian Humas pada Biro Humas dan Protokol Pemprov Sulsel ini akrab disapa dengan sebutan Jendral.

Melekatnya panggilan ini padanya, seakan-akan ia kehilangan nama aslinya dalam lingkungan Humas tersebut. Namun, inilah gambaran kedekatan Jendral dengan para wartawan. "Gelar jendral diberikan oleh anak-anak wartawan. Mungkin karena kedekatan mereka dengan saya. Karena mereka menganggap jika ada saya, mereka tidak susah. Karena saya mengusahakan bagaimana mereka dapat bekerja dengan nyaman. Saya tidak tahu persis siapa yang memberi gelar pertama. Tapi rasa-rasanya namaku sekarang sudah hilang. Karena gelar itu yang menjadi terkenal sekarang," tutur Badar, Sabtu (17/9/2016).

Menjadi jendralnya para wartawan, sudah tentu ada suka dan duka yang dirasakan. Namun bagi pria kelahiran Makassar 14 Oktober 1964 ini lebih banyak suka yang ia rasakan bersama wartawan. Bahkan, terkadang ia lupa bahwa dirinya adalah PNS jika telah masuk dan berbaur bersama dunianya para wartawan di Pemprov Sulsel.

"Karena pekerjaan ini saya buat menjadi seni. Tidak ada yang sulit di lapangan. Mungkin juga karena sudah lama sekali sama-sama wartawan, kadang kala saya lupa kalau saya ini PNS. Biasa saya terlalu masuk ke dalam dunia mereka. Padahal saya seorang PNS tidak boleh seperti itu," ujar Badar.

Mengenal Sosok Badaruddin, Sang Jendral Bagi Jurnalis Pemprov Sulsel

Dari kedekatan dan keakraban itu pula, Badar dapat menyesuaikan kebutuhan para wartawan dalam menjalani tugasnya. Bukan mengintervensi melalui rilis berita, tetapi menjalin kedekatan hati ke hati untuk menjalin komunikasi yang baik.

  • Telah mengabdi pada tiga Gubernur

Kepiawaiannya untuk mengurus pemberitaan dan kebutuhan wartawan bukan terjadi begitu saja. Hal itu tentunya diperoleh dari rentetan pengalaman yang telah ia alami. Berkecimpung di Biro Humas dan Protokol sejak tahun 90-an, Badar telah mengabdi pada tiga Gubernur di Sulsel.

"Sudah tiga gubernur itu. Mulai dari Pak Palaguna periode terakhir, Amin Syam, dan SYL dua periode. Jadi kalau suka dukanya pada kerjaan ini, bisa dikatakan saya ini sudah melempem. Sudah tidak kaget. Apalagi saya kan memang dasarnya pekerja, saya memang orang lapangan," ungkapnya.

Dari staf photograper di Seksi Dokumentasi, Badar kemudian dipercayakan menjadi Sub Bagian Seksi Dokumentasi. Setelah berubah, TP41 dirinya dipercaya untuk menjabat sebagai Kasubag Penyaringan Informasi. Dirinya menghabiskan lima tahun pada jabatan tersebut.

"Kemudian jadi Kepala Bagian Humas. Dari perjalanan itu, Kepala Biro Humas delapan di sini pernah menjadi atasan saya. Mulai dari Pak Syamsuddin sampai Pak Anshari yang terakhir. Saya hapal mati itu," kata Badar.

Dengan jabatan baru sebagai Kepala Bagian Humas tersebut, Badar berharap dapat membagun kerja sama tim. Sebab menurutnya jika dikerjakan bersama-sama dan tersistem, tidak ada yang sulit. "Mari kita bersatu dan menyusun apa program yang akan kita lakukan ke depan. Agar kegiatan Pemprov dapat diketahui oleh masyarakat luas," serunya.

Mengenal Sosok Badaruddin, Sang Jendral Bagi Jurnalis Pemprov Sulsel

  • Dapat protes dari anak-anak

Menjalani rutinitas yang tak ada habisnya untuk mendampingi Gubernur Sulsel, tentu saja menyita sebagian besar waktunya. Sebagai seorang ayah, dia pun menuai protes dari ketiga anaknya. 

Dirinya pun sedikit demi sedikit memberikan pengertian pada anak-anaknya. Bahwa kurangnya waktu bersama keluarga karena memang tututan tugas yang menjadi kewajibannya. "Ini memang jadi dilema dengan tugas saya. Anak-anak dulu sering protes. Kenapa kita bangun, sudah tidak ada. Kami tidur baru datang. Tapi saya memberi pengertian, bahwa ini memang sudah tugas, dan mereka sedikit demi sedikit mulai mengerti. Kalau istri pastinya mengerti dan mendukung," jelasnya.

Oleh karena itu, saat ada waktu luang, ia tidak menyia-nyikan kesempatan untuk berkumpul sekeluarga. Tentunya yang dimaksud bukanlah hari libur, mengingat aktivitas Gubernur yang didampinginya tak mengenal libur. Meskipun secara administrasi tidak masuk kantor.

"Karena meskipun libur tidak bisa dijamin. Karena di lapangan kita tetap kerja karena banyak kegiatannya Pemprov. Kalau ada waktu luang saya manfaatkan dengan baik. Saya turuti semua kemauannya mau kemana, sebagai bayaran ketidakhadiran saya," kata Badar.

Keluarga Jendral

Mengenal Sosok Badaruddin, Sang Jendral Bagi Jurnalis Pemprov Sulsel