Senin, 19 September 2016 08:02 WITA

Hikmawati, Belajar Ilmu Psikologi Secara Otodidak

Editor: Mulyadi Abdillah
Hikmawati, Belajar Ilmu Psikologi Secara Otodidak
Hikmawati

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Hikmawati, gadis berprofesi Public Relations (PR) di Hotel Santika Makassar ini memiliki impian yang begitu besar. Pengen jadi psikolog.

Bagi Hikma, sapaan akrabnya, psikologi adalah ilmu paling 'luar biasa' yang dapat membuat seseorang mampu memahami dan mengerti kondisi orang lain dengan begitu mudah. Cukup dengan melihat sikap atau tingkah lakunya.

Impian menjadi psikolog sudah terbersit diangannya sejak masih duduk di bangku sekolah. Ceritanya begini. 

Ini bermula saat mengunjungi rumah salah satu sahabat kakaknya. Kebetulan, saudaranya kuliah di Universitas Negeri Makassar (UNM), Fakultas Psikologi.

Hikmawati, Belajar Ilmu Psikologi Secara Otodidak

"Di rumah sahabat kakak saya itu banyak terdapat jejeran buku psikologi. Iseng-iseng saya mengambil satu buku, lembar demi lembar saya baca dan kekaguman itupun muncul dalam benak saya," kisah Hikma kepada Rakyatku.com, Minggu (18/9/2016).

Lulus dari Sekolah Menengah Kejuruan, Jurusan Tata Boga, Hikmah semakin mantap untuk mendaftarkan diri di kampus tempat kakak sahabatnya menimba ilmu. Namun, takdir berkata lain, Hikma mendapat tawaran kerja sebagai PR di hotel tempatnya sekarang bekerja.

"Pas sekolah, sayakan sempat praktik pengalaman lapangan (PPL) di Hotel Santika Makassar. Nah pas lulus, tiba-tiba pihak hotel meminta saya untuk tetap bekerja disana sebagai PR," kenang perempuan kelahiran 1993 ini.

Hikmawati, Belajar Ilmu Psikologi Secara Otodidak

Hikma pun 'galau'. Pilih kuliah atau bekerja. "Saya kemudian meminta saran kepada orangtua dan dengan pertimbangan matang, keputusannya adalah mengambil tawaran kerja tersebut," paparnya.

Meski demikian, hasrat Hikma untuk belajar Ilmu Psikologi tenggelam. Dirinya tetap semangat untuk mengetahui ilmu tersebut. Ia kemudian memilih untuk belajar sendiri tanpa mengikuti jalur formal, yaitu dengan cara membaca buku-buku psikologi dan tidak malu bertanya pada siapapun yang ia anggap mengerti dan mampu memuaskan rasa ingin tahunya.

Yah, belajar secara otodidak. Dan manfaat ilmu psikologi benar-benar dapat ia rasakan dalam lingkungan kerja. Ia dituntut harus mampu membangun dan mempertahankan komunikasi sebaik mungkin dengan seluruh pengunjung yang memiliki watak dan sifat berbeda-beda.

Ilmu adalah sesuatu yang sangat bernilai bagi Hikma. Meski tidak dapat melanjutkan pendidikan di jurusan impiannya, namun semangatnya untuk terus menambah pengetahuan patut diapresiasi. 

Hikma kini kuliah di salah satu kampus swasta tanpa harus mengorbankan dunia kerja yang telah ia geluti selama bertahun-tahun.

"Sekarang saya kuliah di STIEM Bongaya dan sedang dalam proses penyelesaian studi. Walaupun tidak dapat menjadi mahasiswa psikologi, saya tetap akan terus belajar, karena menurut saya ilmu bisa datang kapan saja dan dari mana saja asal ada kemauan kuat dan tidak mudah putus asa," pungkasnya.