25 November 2016 08:00 WITA

Lebih Dekat dengan Legislator Makassar, Indira Mulyasari

Srikandi NasDem yang Hibahkan Diri Untuk Bangun Negeri

Editor: Sulaiman Abdul Karim
Srikandi NasDem yang Hibahkan Diri Untuk Bangun Negeri
Legislator Makassar asal Partai NasDem, Indira Mulyasari Paramastuti Ilham. Foto: Ophik

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - "Cita-cita saya waktu kecil itu justru mau jadi pramugari," ucap Indira, membuka perbincangan dengan Rakyatku.com, di ruang kerjanya, Kantor DPRD Makassar, Jalan AP Pettarani, belum lama ini. 

Ya, pemilik nama lengkap Indira Mulyasari Paramastuti Ilham itu, saat ini menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Kota Makassar Periode 2014-2019.

Awal mulanya, Indira mengaku tidak terpikirkan akan menjadi wakil rakyat. Wanita berkerudung ini hanya berpikir, bagaimana jika kelak nanti akan menjadi seorang pramugari.

"Karena bagi saya, pekerjaan pramugari itu menantang dan menarik," terangnya.

Bahkan, diakui perempuan yang memiliki 3 orang anak ini, hingga menjelang masa penghitungan suara, saat Pileg 2014 lalu, ia belum percaya akan betul-betul terjun di dunia politik yang sesungguhnya.

"Sebelumnya, saya hanya tahu kalau anggota dewan itu dipilih oleh rakyat dan menerima aspirasi rakyat. Tapi lebih teknis, saya tidak tahu apa kerja-kerjanya," aku perempuan yang kerap mengenakan kacamata ini.

Nanti setelah memastikan satu kursi di DPRD Makassar, baru dia mempelajari secara detail, bagaimana tugas, fungsi dan seorang legislator.

Dia berkisah, sebelum terjun ke partai politik di bawah bendera Nasional Demokrasi (NasDem) di tahun 2012 lalu, ia hanya seorang pegawai di salah satu bank swasta yang ada di Makassar.

Ia melakoni pekerjaan itu selama hampir 6 tahun, mulai tahun 2003-2009. Selepas itu, ia akhirnya memutuskan untuk membangun usaha sendiri. Tapi, perusahaan miliknya tersebut bergerak di bidang ketenagakerjaan, yang masih memiliki keterkaitan dengan pihak bank.

Sembari membangun usaha, Indira juga terbilang aktif dalam aktivitas sosial. "Saya tergabung di Asosiasi Ibu-ibu Menyusui," tuturnya.

Menurutnya, kegiatan sosial itu memiliki banyak manfaat. Selain melakukan edukasi kepada orang tua menyusui, juga sekaligus bersosialisasi dan bersilaturrahmi bersama orang-orang sekitar.

Ber-NasDem Karena Dorongan Suami 

Sepak terjang Indira di kancah politik sebetulnya bukan sepenuhnya merupakan kemauannya. Awalnya, Indira mengaku, sang suami lah, yang diajak untuk menjadi Pengurus NasDem Makassar kala itu.

"Tapi berhubung suami saya kerja di bank, dia memilih untuk tidak bekerja di partai. Akhirnya saya yang didorong. Karena saat itu saya memang memiliki waktu yang cukup fleksibel," urainya.

Sang suami pun, lanjut Indira, tidak hanya menyuport semangat saja. Dikatakan Indira, sejak terdaftar sebagai caleg, sang suami yang termasuk menjadi konsultan politik, sekaligus menyusun dan merancang segala program kampanye.

"Mulai dari hari ini sampai hari ini, saya harus turun (kampanye) sekian titik hingga dari lorong ini ke lorong lainnya (kampanye), dan saya menggunakan pola blusukan," jelas perempuan yang menyelesaikan studi Bisnis Administrasi D3 tersebut.

Bagi perempuan lulusan salah satu universitas swasta di Singapura tersebut, menjadi anggota dewan itu penuh lika-liku.

Sebab, kata istri dari M Ali Wirya ini, masih banyak masyarakat yang tidak mengetahui tugas wakil rakyatnya. "Tantangan terbesar saya ialah memenuhi permintaan warga yang tidak bisa saya koordinasikan kepada Pemerintah Kota (Makassar), sebagai eksekutif," ungkapnya.

"Kalau mereka minta jalan lingkungan, saya bisa koordinasikan ke Dinas PU. Kalau mereka minta drainasenya diperbaiki, saya juga bisa koordinasikan ke PU. Tapi begitu mereka minta di luar itu, maka saya harus 'handle' secara pribadi," sambung perempuan berusia 33 tahun ini.

Semisal, lanjut Indira, permintaan masyarakat berupa pembuatan pos kamling, perlengkapan peralatan posyandu dan sebagainya. Tentu, katanya, permintaan tersebut tidak memiliki mata anggaran dari Pemkot. "Dan pastinya kita gunakan anggaran tersendiri," aku perempuan kelahiran Makassar, 1 November 1983 ini.

Namun, terlepas dari itu, permintaan masyarakat tersebut dianggapnya sebagai tantangan, yang membuatnya tidak lekang untuk terus terjun ke masyarakat. 

Indira meyakinkan, ia merupakan salah satu legislator yang saat ini masih begitu aktif untuk bersua dengan konstituen, demi menjaga hubungan. Terlebih, katanya, jika ada masyarakat yang meninggal, aqiqah, kawinan.

"Kalau pun saya tidak ada di Makassar, pasti ada dari tim saya yang menghadiri untuk mewakili saya," ungkapnya.

Harus Pintar-pintar Atur Waktu 

Pernikahannya dengan sang suami pada 2009 lalu, menghasilkan tiga buah hati. Yakni Nameera Nura Alinda (6 tahun), Anand Omar Surya (4 tahun), dan Medina Aisyah Alinda (2 tahun).

Hanya saja, Indira mengungkap, kadang diprotes oleh sang suami. Bagaimana tidak, jadwal padat selaku anggota dewan, membuat Indira kadang hanya berada 2 pekan, dalam sebulan di Makassar. Selebihnya di luar Makassar. 

"Itu pun kalau di Makassar, setengah harinya ada di kantor," tuturnya.

"Kadang-kadang diprotes suami, karena biasa pulang malam dari beraktivitas. Ya biasalah. Dia yang mensuport dari awal, jadi dia juga harus terima resikonya," jelasnya diikuti gelak tawa.

Bukan cuma suami, anak sulung Indira, yang saat ini sedang menjalani masa sekolah, kelas I SD, sesekali melayangkan protes keras. "Dia bilang begini, 'kenapa kalau yang lain mamanya bisa dijemput? Kalau saya tidak bisa menjemput. Kadang-kadang dia marah, saya janji jemput, tapi tidak bisa. Itu sering," bebernya.

Meski ketiga anaknya lebih banyak diasuh oleh ibundanya dan seorang suster, Indira tidak lupa pula menyempatkan untuk bertamasya bersama. 

Ketika telah mengetahui agenda akhir pekannya akan 'direbut', maka ia pasti akan 'mencuri' waktu untuk mengajak ketiga anaknya. Meski hanya sekedar berbelanja atau berenang. "Dan itu di hari kerja, kalau saya sudah tahu kalau Sabtu-Minggu saya punya agenda, entah itu DPRD Makassar atau agenda partai," jelasnya.

Lantaran telah mengabdikan diri untuk melalukan aktivitas sosial, melalui jalur parpol, Indiri tidak ingin stagnan selaku anggota dewan.

Bukannya sesumbar, katanya, cita-cita untuk menjadi Wali Kota Makassar, bahkan Gubernur Sulsel telah ada dalam planning masa depannya. 

"Karena jalan saya saat ini memang ke sana. Kan satu jalur. Untuk membangun daerah, jalannya memang banyak. Salah satunya seperti itu," tegasnya.

Hanya memang, sambung Indira, untuk 'naik kelas' bukan seperti membalikkan telapak tangan. Perencanaan dan mematangkan diri dengan pekerjaan saat ini, perlu untuknya terus dilakukan.

"Kalau saya ditanya apakah 5 tahun ke depan saya mau apa, saya jawab masih mau di DPRD Kota (Makassar). Tentu setelah itu, target saya mau lebih tinggi. Tidak ada kan orang pasang target lebih rendah dari sebelumnya," tutupnya.