05 December 2016 08:46 WITA

Romantisme Wakil Bupati Soppeng

Manakala Seorang Pejabat Besar, Betah Melajang

Editor: Almaliki
Manakala Seorang Pejabat Besar, Betah Melajang
Supriansa dan Andi Nunu

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Jadi pejabat biasanya banyak yang suka. Banyak juga yang cinta. Pejabat juga sering dielu-elukan. Tetapi bagaimana, kalau pejabat betah melajang meski memiliki materi berlimpah dan pesona yang elok? Seperti Wakil Bupati Soppeng, Supriansa.

Supriansa adalah antitesa pejabat atau mayoritas khalayak pada umumnya. "Saya tidak ingin terburu-buru dalam menentukan pasangan," kata-kata itu meluncur deras dari mulutnya. Kepadaku. Kami memang bercerita banyak hal.

Aku menebak-tebak. Curiga juga. Sekelas Supriansa, masa belum punya pasangan? Persangkaan itu datang. Beberapa kali, dalam momen kami bicara. Ataukah barangkali, saat ini dia sudah memiliki tambatan hati, alias tak ingin status barunya diketahui?

Cukup tahu saja, aku sendiri belum menikah. Belum punya pendamping. Tetapi aku tahu, apa saja yang mesti disiapkan untuk mendapatkan pasangan dalam hubungan yang serius. Paling tidak, ada banyak hal yang harus dipersiapkan. Utamanya kesiapan lahir dan batin. Seorang bijak, biasa mengatakan kalau pernikahan adalah sesuatu yang sakral. Cukup sekali gagal.

Hal itu mungkin yang menghantui pikiran dan perasaan Supriansa. Tak ingin mencari pendamping, jika hanya untuk merasakan luka untuk kali kedua. Tetapi kisah kesendirian Supriansa, tidak lama lagi akan berakhir. Cerita masa-masa indahnya segera terangkai, bersama wanita pujaannya.

Namanya Andi Nurul. Supriansa memanggilnya Andi Nunu. Nunu dikenal sebagai cucu mantan Ketua DPRD Sulsel zaman orde baru, Andi Manambung. Aku segera tahu, tatkala foto-foto berdua mereka beredar. Mesra.

Di foto itu, Supriansa mengenakan peci hitam berbaju batik lengan panjang. Sementara Nunu memakai baju batik bermotif kembang. Rambutnya tergerai. Wajahnya bersih. Senyumnya menambah kejelitaannya. Aduhai. Lehernya juga jenjang. Memesona sekali. Di dalam foto, jelas terpancar rona kebahagiaan mereka berdua; Andi Nunu dan Supriansa.

Andi Nunu juga sepertinya nyaman. Buktinya, satu lengannya disandarkan di lengan Supriansa. "Itu foto pribadi saya. Kok bisa dapat?" Supriansa kaget. Tak menyangka. 

"O, itu kawan lama. Baru bertemu setelah 10 tahun tak pernah bertemu. Tadi saat bertemu, pembahasannya belum membahas soal jodoh," cerita Supriansa sembari tertawa, Minggu (4/12/2016).

Bagi Supriansa, 10 tahun ternyata merupakan waktu yang sangat lama. "Pertemuan kami? Pastinya berkesan. Karena lamanya tidak pernah bertemu, tiba-tiba ketemuan. Seperti kemarau setahun, dihapus hujan sehari," ucap Supriansa, bermetafora.

Dari kakak kandung Andi Nunu lah, ternyata Supriansa mengenalnya. Ia tak berani menolak, jika pada akhirnya pertemuan itu, mengantarnya untuk kembali membina mahligai rumah tangga. "Kita lihat nanti, apa pembahasan berikutnya bisa meningkat atau tidak," kata Supriansa mantap.

"Apalah saya ini, hanya punya kesetiaan dan cinta. Selain itu, saya tak miliki. Kalau saja ada niat saya (menikahi), tapi belum tentu wanita ini bersedia jadi makmum dalam rumah tanggaku. Sebaliknya, jika wanita ini bersedia menerima segala kekurangan yang saya miliki, maka sulit bagi saya melepas kesempatan yang baik ini," tutup Supriansa.