09 December 2016 08:54 WITA

Hendak Dijual, Tenri Putuskan Jalur Perdagangan Anak di Makassar

Editor: Almaliki
Hendak Dijual, Tenri Putuskan Jalur Perdagangan Anak di Makassar

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (BPPPA) Makassar Tenri A Palallo patut dijadikan teladan. Bagaimana tidak, malam telah larut, waktu sudah bukan lagi jam kerja kantor. Tapi Tenri tidak dibatasi angka-angka untuk bertugas.

Sebagai orang yang berkewajiban memberdayakan perempuan dan melindungi anak-anak di Makassar, ia mempertemukan Nurhayati (48) dan putrinya AM (16), setelah terpisah selama 8 bulan. 

Kemarin, Kamis (8/12/2016), Nurhayati memang nyaris kehilangan semangat. Beragam upaya telah dilakukan bersama keluarganya, untuk menemukan AM yang meninggalkan rumah sejak 8 bulan lalu, bersama AW (19). AM diduga dijual sindikat perdagangan anak.

"Sering saya keluar rumah saat dini hari menjelang subuh, untuk mencari anak saya. Setiap mendapatkan informasi tentang keberadaan anak saya, pasti ke sana mencarinya tapi tidak pernah berhasil," ujar Nurhayati.

Nurhayati tidak tahu mesti bagaimana. Ia menyampaikan terima kasih tak terhingga atas bantuan Tenri bersama jaringannya, polisi, dan jurnalis yang telah berupaya keras untuk menemukan AM. Kini, dia bisa kembali memeluk putrinya.

AM dan AW diamankan polisi Resmob Polda Sulsel di Lapas Gunung Sari, sesaat setelah menjenguk Amir Aco (48) narapidana narkoba. Polisi sigap mengamankan keduanya saat akan keluar meninggalkan Lapas. 

Setelah diamankan, keduanya lantas dibawa ke Resmob Polda Sulsel di Jalan Sultan Alauddin. Nurhayati (48) datang bersama keluarganya usai menerima telepon dan harapan dari Tenri yang mengabarkan AM bersama AW telah diamankan oleh pihak yang berwajib. 

AM dan AW menjadi incaran polisi setelah masuknya laporan polisi Nomor: LPB / 37 / III / 2016 / SPKT Tanggal 12 Maret 2016 dengan perkara Tindak Pidana Perdagangan Orang, yang diketahui Nurhayati sebagai pelapor dan AW terlapor. 

Sementara AM dilaporkan oleh Hasriani (24) atas perkara tindak pidana penipuan dan penggelapan pada 5 September 2016 dengan Nomor: STPL / K / 615 / IX / 2016 / SEKTA setelah membawa kabur satu unit sepeda motor. 

Tenri A Palallo menuturkan pihaknya akan bekerja sama dengan keluarga AM dan pihak kepolisian untuk memberikan pembinaan, sementara bagi kasus AW Ia berharap pihak kepolisian dapat membongkar sindikat perdagangan perempuan dan anak yang melibatkannya (AW).

"Prosesnya sementara ditangani pihak kepolisian. Kami berharap mata rantai perdagangan perempuan dan anak di Sulsel dapat terputus dan jaringannya dapat terbongkar. Kami sudah cukup lama turun melakukan investigasi. Semoga bisa membuahkan hasil," harap Tenri.