12 January 2017 13:22 WITA

Dari Jabat Tangan Hingga Enggan Cerita Kejelekan Orang

Inilah Rahasia SYL Selama Jadi Nakhoda Sulsel

Editor: Almaliki
Inilah Rahasia SYL Selama Jadi Nakhoda Sulsel

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Kapabilitas Syahrul Mauraga Yasin Limpo, tak perlu dipertanyakan lagi. Sangat jarang hadir, sosok pemimpin sekaliber Daeng Kawang, panggilan akrab SYL.

Gubernur dua periode yang juga akrab disapa Komandan ini, pun sudah menduduki hampir semua jabatan tertinggi di daerah. Mulai dari kepala desa, lurah, camat, bupati, wagub, sampai gubernur. 

Dan inilah rahasia Komandan, mengapa ia disenangi dan dicintai masyarakatnya. Dari mulut sejumlah bawahan SYL, Sang Komandan dinilai baik budi pekertinya. SYL, dinilai sebagai sosok pemimpin yang tahu dan mengerti bawahannya.

SYL sangat tidak ingin "melukai" siapa pun. Termasuk dalam hal jabatan.  Tak heran, saat mutasi jabatan belum lama ini, SYL harus menundanya. Itu juga karena sejumlah jabatan harus dihapus.

Selain itu, sosok SYL dikenal mampu menyentuh "hati" orang lain. Jabat tangannya yang ikhlas, menjadi "magis" bagi siapa saja. Bahkan, SYL harus rela mendatangi satu meja, ke meja lainnya hanya sekadar salaman dengan warga.

Jadi, jangan heran kalau agenda gubernur terkadang mulur karena jabat tangan, dan atau swafoto bersama warga yang memang sulit dihindari.

SYL mengakui hal itu. Bahwa dari remaja, ia memang sangat suka berteman.  Tak ayal, saat ke warung kopi, semisal SYL datang bersama sejumlah kepala SKPD-nya, ia selalu menjalin silaturahmi dengan pelbagai kalangan masyarakat di sana.

"Saya senang kalau berkunjung ke tempat manapun dengan membawa banyak teman. Sehingga, silaturahmi tetap terjaga. Kalau sudah begitu, keamanan, suasana kondusif jelas tercipta dengan sendirinya," tandasnya kepada Rakyatku.com, belum lama ini.

Terkait jabat tangan, SYL mengungkapkan di balik tangan-tangan itu ada lapis keberkahan. Sehingga, kita perlu berjabat tangan secara ikhlas.

Adapun rahasia lain yang menarik dari SYL adalah tidak pernah bercerita kejelekan orang lain. Mantan Kadis Bina Marga, Abdul Latif mengungkapkan hal itu.

Kata Latif, selama hampir sepuluh tahun mendampingi SYL, bosnya itu tak pernah bercerita jelek tentang orang lain. Pun kalau ada orang yang jelas-jelas berseberangan, SYL hanya tersenyum. "Itu salah satu pelajaran yang patut kita tiru dari SYL," kata Abdul Latif, memastikan.

Lain lagi dengan Ilyas Iskandar, Plt Kadishub Sulsel.  Menurut Karaeng Jalling,--sapaan akrab Ilyas--ia begitu salut dengan niat ikhlas SYL dalam bekerja. Pengabdian SYL bahkan membuat Karaeng Jalling geleng-geleng kepala.

"Sederhana, Bos. Biasanya, pejabat di akhir masa jabatannya sudah kendor. Ini, tidak tawwa. Malah makin kencang. Dan Komandan betul-betul ikhlas. Saya ngomong begitu Bos, karena saya sendiri yang alami," katanya, suatu hari di sebuah warkop.

Rahasia "magis" Sang Komandan, memang perlu menjadi pelajaran. Pun ini akan menjadi tantangan bagi siapa saja yang akan menggantikannya nanti. Karena bicara prestasi, baru SYL gubernur yang mencatatkan seratus lebih prestasi atau penghargaan.

Lalu, ada juga yang menilai SYL berwajah "macan" berhati lembut. Soal ini, Prof Armin punya pandangan. Kata Prof Armin, tampang kayak macan supaya disegani oleh kawan dan lawan. Hati harus putih supaya baik dan bermanfaat bagi semua. 

Sementara pikiran cemerlang harus ada, supaya bisa mencari terobosan dan inovasi. Sikap santun supaya diterima banyak orang. Perilaku harus lihai supaya mengetahui jebakan dan tipu muslihat lawan.

"Kita harus berempati supaya kita dapat menempatkan diri dan memahami yang diinginkan orang lain," tandasnya.

Tags
syl