21 January 2017 13:06 WITA

Mengenal Sosok Ahmadi Akil, Kadis Perindustrian Sulsel

Kunci Sukses Saya; Kerja Keras, Ikhlas dan Tulus

Editor: Sulaiman Abdul Karim
Kunci Sukses Saya; Kerja Keras, Ikhlas dan Tulus
Kadis Perindustrian Sulsel, Ahmadi Akil. (Foto: Srahlin)

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - "Bekerja keras, dibarengi ikhlas dan tulus." Begitulah Kepala Dinas Perindustrian Sulsel, Ahmadi Akil, mencapai suksesnya sebagai pamong. Ahmadi Akil adalah gambaran hidup dari pribahasa Usaha Tidak akan Mengkhianati Hasil.      

Untuk mencapai posisinya saat ini, Ahmadi Akil menegaskan perlu ketekunan dan kedisplinan. "Dan yang terpenting, ini adalah amanah. Kita tidak meminta. Tapi ketika dipercaya, harus dibayar dengan penuh," tutur Ahmadi, membuka percakapan dengan Rakyatku.com, Jumat (20/1/2017).  

Ahmadi mengatakan, melayani masyarakat adalah cita-citanya sejak kecil. Saat masih bocah, Ahmadi kecil melihat gagahnya seorang Pak Camat.

"Saat itu masih duduk di bangku sekolah dasar. Saya pertama tertarik menjadi birokrat ketika saya melihat pak camat menggunakan baju seragam putih-putih dan melayani warganya. Muncullah rasa ingin mengabdi di pemerintahan," ujarnya.

Karena cita-citanya itulah, Ahmadi kemudian kerap dipanggil Pak Camat oleh teman-teman sepermainan. Bahkan sampai orang sekampung. "Itu yang jadi pelecut saya terus," lanjutnya sembari mengenang masa kecil.  

Kadung punya cita-cita luhur, Ahmadi pun tak mau melenceng dari jalannya. Makanya, ia sangat konsen terhadap pendidikan. "Sekolah yang baik itu penting. Alhamdulillah, saya bisa menempuh pendidikan sampai lulus di UMI jurusan ekonomi," sambung Ahmadi lagi.    

Setelah menamatkan bangku kuliah, Ahmadi kian berjodoh dengan dunia birokrasi. Tahun 1994, Ahmadi muda mendaftar sebagai calon pegawai negeri sipil (CPNS) di Kabupaten Selayar. Tak lama bertugas di Kabupaten Selayar, Ahmadi meminta pindah ke Pemprov Sulsel. 

Disinilah segala kerja keras, ketekunan dan keuletan Ahmadi teruji. Ia mengawali karir PNS-nya sebagai pengurus barang. Setelah empat tahun lamanya mengabdi di bidang ini, ia mendapatkan pangkat baru menjadi 3B. 

"Sampai saya diangkat sebagai pejabat struktural. Yaitu kepala bagian (Kasubag) Infentarisasi dan Penghapusan. Meski saat itu ada orang yang tidak suka. Tapi saya tidak patah semangat. Disinilah saya katakan, prinsip kerja itu harus kerja keras, ikhlas dan tulus," kenangnya.

Ahmadi kemudian dengan sepenuh hati mengemban tugas Kabag Inventarisasi dan Penghapusan. Dua kali Piala Dunia alias delapan tahun, amanah itu diembannya dengan baik. Sampai kemudian ia ditunjuk menjadi Kepala Bagian Pengamanan Aset Pemprov Sulsel selama tiga tahun. 

Di era Ahmadi, aset dan administrasi Pemprov Sulsel dibuatnya menjadi tertib. Yang berujung pada ganjaran WTP kelima dan keenam Pemprov Sulsel. "Jadi intinya, menjalani hidup dan karir ini bukan perkara mudah. Butuh perjuangan panjang dan ketekunan," tambahhya. 

Soal sosok panutan, Ahmadi tentu punya. Syahrul Yasin Limpo. Gubernur Sulsel dua periode. "Saya kagum sama beliau. Karena bapak Gubernur selalu bilang, kerja dengan baik, dan berpedomanlah pada aturan dan undang-undang" ucap dia.

Ketegasan SYL terhadap aturan-lah, menurut Ahmadi, yang membuat Sulsel kini menjadi provinsi terbaik di Indonesia dalam berbagai hal. "Pemimpin itu memang harus seperti beliau. Saya banyak belajar dan berharap nanti bisa punya prestasi seperti Pak Syahrul," tutupnya mengakhiri sambil mengamini.