01 February 2017 07:00 WITA

Mengenal Halwatiah, Sosok Tangguh di Akper Anging Mammiri

Editor: Almaliki
Mengenal Halwatiah, Sosok Tangguh di Akper Anging Mammiri
Direktur Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Akademi Keperawatan (Akper) Anging Mammiri Makassar, Halwatiah

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Jika membahas seorang wanita, ia diidentikkan dengan seorang ibu rumah tangga. Tak ada pekerjaan yang mesti dilakukan, selain masak dan urus anak di rumah.

Namun, tidak bagi Halwatiah yang bekerja sebagai Direktur Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Akademi Keperawatan (Akper) Anging Mammiri Makassar. Wanita ini boleh dibilang pekerja keras. 

Bagi Tia, sapaan akrab Halwatiah, merasa begitu nyaman dengan pekerjaan yang diemban saat ini. Tak ada beban. Sekali pun, tak pernah ada keluhan jika harus menandatangani setumpuk berkas di meja ruang kerjanya.

"Karena saya sangat mencintai pekerjaanku, sehingga saya ketika diberi amanah, memang untuk bekerja. Makanya motto saya itu, pekerjaan adalah suami kedua," kata Tia bercerita kepada Rakyatku.com, beberapa waktu lalu.

Sebaliknya, kesibukannya sebagai orang nomor satu di Akper Anging Mammiri, tidak membuatnya lupa dengan keluarga.

Saat waktu lowong, Tia menyempatkan waktu bersama keluarga tercintanya. Sekadar berlibur, atau menghabiskan waktu bersama anak-anaknya.

"Saya memang sibuk kerja. Tapi saya bekerja juga karena Allah. Dan tetap menjaga keharmonisan keluarga saya. Karena di keluarga, kita sudah saling percaya. Karena saya sayang sama keluarga, jadi saya tetap ingat, bahwa saya punya keluarga," urai Tia.

Bahkan dengan kesibukannya setiap hari itu, tak sekali pun ada komplain dari suami. Atau dari anak-anaknya. Sekali lagi, kata dia, keluarganya mendukung apa pun yang dikerjakan untuk kepentingan orang banyak.

"Apa pun saya lakukan, suami saya tetap mendukung. Suamiku tidak pernah marah, dan di sisi lain saya sangat perhatikan keluargaku. Setiap saat, saya tetap monitor anak saya. Jadi didikan saya seperti itu."

Namun betul kata dia. Seberat apapun pekerjaan, akan terasa ringan bila dikerjakan dengan penuh ikhlas. Jadi wajar saja, jika ibu tiga anak ini pada akhirnya memeroleh jabatan yang sangat tertinggi di kampus itu.

Ia membeberkan salah satu rahasia yang membuatnya mampu menduduki kursi Direktur Akper Anging Mammiri. 

"Saya selalu bertekad memberikan yang terbaik buat pekerjaan saya. Karena saya dikasih pekerjaan 7, saya akan berupaya memberikan atau menyelesaikan 9 (pekerjaan) kepada yang memberikan saya pekerjaan. Artinya kan lebih," beber Tia.

Makanya, tidak heran jika di pelbagai momen penggantian jabatan, selalu saja ada namanya masuk sebagai daftar figur yang bakal menempati jabatan tersebut.

"Makanya bisa jadi ada yang iri sama saya. Tapi saya anggap itu lika-liku hidup saya. Karena menyenangkan semua orang itu susah. Cuma memang prinsip saya, apapun yang saya lakukan, tidak pernah mengambil hak orang," sebut Tia.

Jabatan tertinggi di kampus pun, sesungguhnya diakui Tia, diperoleh bukan dengan mudah. Ia mesti berjalan menanjak, berawal dari "anak tangga" paling bawah.

Di Tahun 2000-2009, Tia pernah menjabat sebagai pembantu direktur I di Akper Anging Mammiri. Dalam hal ini, ia dipercayakan sebagai kepala seksi akademik.

Tahun 2009-2015, ia kembali mengemban amanah baru. Kali ini diangkat menjadi Kepala Subbagian (Kasubag) Tata Usaha (TU) Akper Anging Mammiri.

Hingga pada akhirnya, Tia dilantik sebagai Direktur Akper Anging Mammiri pada Januari 2016. "Jadi memang saya mulai dari A sampai Z," ungkapnya.

Tia dari awal memang sudah cinta dengan dunia kesehatan. Berawal dari Sekolah Perawatan Kesehatan (SPK), ia menempuh pendidikannya di tahun 1980-1983. Saat pendidikannya itu selesai, ia terangkat sebagai pegawai negeri, di Rumah Sakit Labuang Baji hingga Tahun 1990.

Di tahun yang sama, ia melanjutkan pendidikan Akademi Keperawatan Departemen Kesehatan RI. Hanya butuh dua tahun, Tia menyelesaikan pendidikannya di Tahun 1992.

Di tahun itu juga, ia kembali di Rumah Sakit Labuang Baji. Namun kali ini, ia menjadi guru SPK di rumah sakit tersebut.

Perjalanan pendidikannya berlanjut di tahun 2000. Waktu itu, ia memutuskan untuk berkuliah di Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar dengan jurusan keperawatan. Di Unhas, Tia menamatkan pendidikannya di tahun 2002.

Tia selanjutnya mengejar gelar Master. Ia melanjutkan kuliah S2-nya di Fakultas Kedokteran Unhas, jurusan Biomedik. Ia tamat tahun 2004.

Terakhir, gelar Doktor Manajemen ia raih di Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya. Cuma butuh 1 tahun 9 bulan, Tia menyelesaikan pendidikan S3-nya itu.

Berkat keuletan Tia, hari ini menjadi momen terindah kesekian kalinya. Ia menjadi salah satu pejabat dari 1551 orang eselon III dan IV yang akan dilantik secara langsung oleh Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo.

Jadi, selamat mengemban tugas ya!