Sabtu, 22 April 2017 02:00 WITA

Saat Indo Rangan Usir Belanda dari Enrekang

Editor: Almaliki
Saat Indo Rangan Usir Belanda dari Enrekang

RAKYATKU.COM, ENREKANG - Hari Kartini yang kemarin, Jumat (21/4/2017), diperingati. Bagi masyarakat Enrekang, punya kisah sendiri soal pahlawan. Adalah Indo Rangan. Kini namanya menjadi salah satu nama jalan di Kota Enrekang.

Peperangan demi peperangan terus terjadi di Enrekang, hingga pada tanggal 1 Maret 1906, Belanda melalui Mayor De Wijs, mengajak Ratu We Pancaitana selaku pemimpin atau Arung Enrekang, agar menandatangani Korte Veklaring atau pernyataan pengakuan kekuasaan Belanda di Enrekang.

Demi menghindari pertumpahan darah lebih banyak ke Rakyat Enrekang, Ratu pun dengan terpaksa menandatangani.

Namun ternyata tanda tangan tersebut, tidak serta-merta membuat perang terhenti. Perlawanan pelbagai daerah di Enrekang bersatu mengusir Belanda. Duri, Maiwa, dan Endekan, bersatu mengangkat senjata di bawah pimpinan La Rangnga.

Serangan dadakan pada malam tanggal 24 Maret 1906 yang dilancarkannya, berhasil menewaskan banyak pasukan Belanda, yang juga menjadi kemenangan terbesar rakyat Enrekang.

Pasukannya terus terpojok, Komandan Belanda di Makassar mengirim pasukan besar yang tiba di Enrekang 28 Maret 1906, dan langsung memborbardir Benteng pertahanan yang ada di Enrekang. Pertempuran sengit, terjadi di Benteng pertahanan Kotu dan Mandatte, yang kini berada di Kecamatan Anggeraja. Peperangan ini dipimpin dua wanita tangguh, Indo Rangan bersama Indo Cabba.

Indo Rangan terus melawan hingga berlanjut ke dalam Benteng, meski seorang wanita, dirinya ditakuti oleh pasukan Belanda. Pasukan berjatuhan di kedua belah pihak, Indo Rangan tak kenal menyerah. Meski begitu, ia harus gugur dan akhirnya Belanda mampu menguasai benteng Mandatte. Yang juga menyusul benteng lainnya, yakni Kaluppini dan Ranga.

Perlawanan terus berlanjut hingga tahun 1915. Setelah Belanda berhasil menghentikan perang gerilya yang digencarkan pasukan Enrekang, maka terbitlah kisah Indo Rangan, yang kini menjadi kisah heroik pejuang wanita di Enrekang yang makamnya berada di Kotu.

Wanita yang pantas disebut Kartininya Enrekang. Kini, namanya menjadi nama jalan di Enrekang, sayangnya tak semua generasi penerus sekarang mengetahui kisah kepahlawanannya.

"Ini kisah Indo Rangan yang terlupakan, inilah sebenarnya Kartini-nya Enrekang. Yang harus jadi penyemangat bagi generasi Enrekang yang sekarang. Untuk bagaimana mempertahankan kemerdekaan dengan cara buat prestasi yang berguna bagi bangsa ini," tutur Ago Bakti, pengamat sejarah di Enrekang.