Selasa, 24 Mei 2016 12:55 WITA

Kisah Bripka Seladi, Pilih Nyambi Jadi Pemulung Ketimbang Menerima Suap

Editor: Mulyadi Abdillah
Kisah Bripka Seladi, Pilih Nyambi Jadi Pemulung Ketimbang Menerima Suap
Foto: Twitter DPR RI

RAKYATKU.COM - Kisah Bripka Seladi bukan cuma sekadar mimpi. Ia bisa dijuluki penerus Jenderal Polisi Hoegeng.

Bripka Seladi adalah salah satu potret nyata polisi teladan yang memilih nyambi menjadi pemulung dari pada menerima suap saat bertugas. 

Polisi yang bertugas di Polres Malang Kota ini menjadi pengumpul sampah untuk menutupi kekurangan pendapatan dari gaji profesinya untuk menafkahi keluarga. 

"Saya terjepit masalah biaya anak istri saya," ungkap Bripka Seladi dikutip dari situs resmi DPR, Selasa (24/5/2016).  
 
Selain bisa mendapatkan uang halal dari pekerjaan sampingannya tersebut, pria berusia 57 tahun ini juga membantu dalam menciptakan kebersihan lingkungan. 

Menurut pengakuannya awal dari memungut sampah daur ulang, dia bisa menjualnya sebesar Rp400 ribu.
 
Bripka Seladi memiliki sebuah gudang sampah yang didapat dari pinjaman seseorang. Gudang itu ada di Jalan Dr Wahidin, Kecamatan Klojen, Kota Malang. Gudang tersebut tidak terlalu jauh, masih berada di jalan yang sama dengan kantor tempat ia berdinas.
 
Ketika berdinas menjadi polisi, ia bertugas di Urusan SIM Kantor Satuan Penyelenggara Administrasi (Satpas) Polres Malang Kota yang berada di Jalan Dr Wahidin. Seladi mengatakan selama dia bertugas menjadi polisi kejujuran selalu dia pegang teguh. 
 
Semua upaya suap untuk melanggar prosedur selalu dia tolak. "Saya, 16 tahun belum pernah menerima suap, baik makanan dan sebagainya," ujar Seladi. 
 
Dapat Sumbangan dan Penghargaan

Kerja keras dan kejujuran Bripka Seladi menjadi buah bibir banyak orang. Sampai-sampai, Ketua Komisi III DPR RI Bambang Soesatyo ikhlas menghibahkan gaji pokoknya sebagai anggota dewan selama lima bulan untuk Seladi.
 
"Saya ikhlaskan gaji saya mulai bulan ini sampai Desember buat bapak ini," ujar Bambang Soesatyo saat menerima Bripka Seladi di Gedung DPR RI. 
 
Tak cuma itu. Bripka Seladi mendapat penghargaan yang diserahkan langsung oleh Ketua DPR RI Ade Komarudin (Akom) di Ruang Pimpinan DPR, Senin (23/5). 

Kisah Bripka Seladi, Pilih Nyambi Jadi Pemulung Ketimbang Menerima Suap

Menurut Akom, ini merupakan wujud apresiasi DPR kepada Aparat Polisi yang komitmen dengan kewajibannya seraya mengutamakan kejujuran dalam sepanjang tugas menjadi aparat penegak hukum. 
 
Namun menurut Akom, sifat ini masih langka ditemukannya. Merefleksikan kondisi tersebut Akom mengutip pernyataan Presiden RI Ke 4, “Di Indonesia ini hanya ada tiga polisi jujur, yakni polisi tidur, patung polisi, dan Hoegeng,” kelakar Akom. 
 
Menurut dia, kejujuran Bripka Seladi adalah pelajaran yang memberikan nilai-nilai inspiratif, tidak hanya bagi aparat penegak hukum, tapi juga kepada seluruh profesi. 

"Mengajarkan kepada kita nilai-nilai kejujuran dan kerja keras dalam profesinya sebagai polisi," ungkapnya. 
 
"Kisah Bripka Seladi mengajarkan kepada kita semua untuk memilih mengutamakan kejujuran. Dengan ini revolusi mental akan berhasil. Menjunjung nilai-nilai kejujurnan untuk mensukseskan revolusi mental," demikian Akom.