Minggu, 20 Agustus 2017 05:31 WITA

Citra Octavia, Menyeberangi Lautan Demi Pengabdian

Editor: Sulaiman Abdul Karim
Citra Octavia, Menyeberangi Lautan Demi Pengabdian
drg Citra Octavia.

BERAWAL dari tes penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) 2014, drg. Citra Octavia Parindingan sudah membulatkan tekat untuk ditempatkan disalah satu pulau di wilayah Kota Makassar, Kodingareng. Kendati harus meninggalkan suami dan sang buah hati. 

Namun dengan dukungan keluarga, Citra mengaku rela mengabdikan diri merawat ribuan masyarakat pulau, yang begitu membutuhkan seorang dokter gigi. Menerima Surat Keputusan (SK) penempatan di tahun 2015. Saat itu satu hari sebelum bulan Ramadan, Citra langsung bertolak ke Pulau Kodingareng. 

Menumpang perahu di Dermaga Kayu Bengkoa, ia berlayar menuju pulau yang berjarak sekitar 16 kilometer dengan waktu tempuh sekitar 45 menit dari dermaga. Tiba di pulau, Citra cukup terkesima melihat kondisi yang jauh berbeda. Maklum, sebelumnya ia bertugas di Toraja, wilayah pegunungan Sulawesi Selatan.

"Oh ternyata pulau kondisinya begini yah. Rumah-rumah warga berdempetan, hampir semua kepala keluarga bekerja sebagai nelayan," kenangnya.

Citra kemudian menuju Puskesmas, tempatnya bertugas selama di Pulau Kodingareng. Berkenalan dengan tim medis lain, serta warga setempat yang begitu menyambut hadirnya dokter gigi di desa kecil mereka. Sebelumnya, pulau yang menampung sekira 5000 penduduk ini, hanya mengandalkan dokter dari Barrang Lompo.

"Pertama-tama pasien yang saya tangani sedikit. Tapi saat sudah mulai bersosialisasi dengan warga, pasien yang datang semakin banyak," tuturnya.

Ada begitu banyak suka duka yang dilewati wanita kelahiran Kendari, 18 Oktober 1985 ini selama bertugas di pulau. Terutama saat harus menempuh perjalanan kembali ke kota, maupun sebaliknya.

Kondisi cuaca yang tidak menentu, menjadi hal yang paling mendebarkan. Angin kencang dan ombak tinggi merupakan resiko perjalanan yang harus dilalui.

Namun bagi Citra, itu bukan suatu halangan. Karena rasa rindu kepada keluarga, dan pengabdian untuk warga pulau, membuatnya berani menepis rasa was-was yang kerap muncul dalam hati.