08 September 2017 14:22 WITA

Cerita Cinta Yusuf di Bisnis Properti

Editor: Andi Chaerul Fadli
Cerita Cinta Yusuf di Bisnis Properti
Elia Yusuf

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Elia Yusuf adalah satu dari beberapa pengusaha di Makassar yang sukar merintis karirnya dari bawah. Komisaris Megaland Group ini mengawali karirnya di bisnis properti sejak tahun 2006.

Sebelas tahun bergelut di sektor itu, Yusuf mengaku jatuh cinta pada properti dan memilih fokus pada bisnisnya.

Pria yang lahir Makassar 33 tahun lalu ini, mendirikan Megaland Group pada tahun 2008. Dua tahun sebelumnya dia memulai karir dengan menjadi marketing tanah kavling di daerah Moncong Loe. 

Berbekal pengalaman, dia mendirikan Megaland Group dan mulai fokus. Termasuk meningkatkan ilmu dengan mengambil kelas khusus properti di Panangiang School Property.

"Saya memang selalu belajar dan mendalami sesuatu yang saya jalankan. Termasuk bisnis inin karena saya tidak berasal dari background pendidikan  bisnis maka saya pun mengambil kelas itu," katanya saat ditemui, Jumat (8/9/2017).

Megaland Group yang dijalankannya saat ini bukanlah warisan orang tua atau bisnis keluarga. Semuanya dimulai dari nol. "Saya yang rintis sendiri. Bukan warisan," kata nya.

Pilihannya di dunia properti bukan tanpa alasan. Menurut dia, jika dikaji dari teori suplay and demand, bisnis properti adalah bisnis yang keuntungannya akan terus meningkat setiap tahun dan tidak akan pernah mengalami penurunan. 

"Mengapa demikian? Bisnis ini sangat penting. Dan properti, dalam hal ini, menjadi kebutuhan pokok manusia (Sandang-Pangan-Papan). Di mana setiap tahun manusia terus bertambah dan tanah tidak bertambah. Demand bertambah suplay berkurang. Sehingga peluang untuk meraih kesuksesan lebih besar," jelasnya.

Dalam berbisnis, kata dia, ada satu prinsip yang selalu Yusuf pegang teguh, yaitu kepercayaan. Kuncinya adalah kepercayaan. Bisa dipercaya oleh seluruh stakeholder, dipercaya oleh karyawan, dan pelanggan.

"Namun, membangun kepercayaan bukan hal mudah karena kadang realita tidak sesuai harapan. Intinya apapun yang terjadi, tetap menepati seluruh janji dan konsisten untuk melakukan komitmen yang telah disampaikan," ujar dia.

Kunci kesuksesan menurut Yusuf adalah ketekunan, konsistensi, dan kerja keras. Menjaga team work untuk menjaga harmonisasi bisnis. 

"Dalam komunikasi dengan bawahan atau karyawan saya menyesuaikan dengan SDM dan disesuaikan dengan SDM. Memahami karakter masing-masing dan menggunakan treatment berbeda-beda," jelasnya.

Bergelut di bisnis properti, bagi Yusuf, menghadirkan sebuah kepuasan batin tersendiri. Karena kehadirannya dapat menjadi berkat bagi banyak orang, seperti memberi lapangan kerja dan memberi nilai tambah bagi orang lain. 

"User bisa diuntungkan. Itu adalah kepuasan tersendiri. Banyak membantu. User yang beli di kita banyak yang sudah dapat untung besar. Misal rumahnya dibeli Rp600 juta, sekarang mungkin harga jualnya sudah sampai Rp1 miliar. Kan kita ikut senang," ungkapnya.

Untuk menghadapi persaingan usaha, yang harus dilakukan adalah terus belajar dan berinovasi. Berusaha untuk menguasai ekonomi makro dan mikro. 

"Eksekusi apa yang sudah direncanakan. Kerja keras dan ketekunan," tambah dia.