Senin, 30 Mei 2016 14:16 WITA

Sri Endang Sukarsih: Diperhitungkan Karena Kemampuan

Editor: Adil Patawai Anar
Sri Endang Sukarsih: Diperhitungkan Karena Kemampuan

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Menjadi pejabat Eselon II pada Pemerintah Provinsi Sulsel, bukanlah hal yang dapat diraih dengan mudah. Butuh usaha dan perjuangan untuk mencapainya.

Hal ini pula yang dirasakan Kepala Biro Napza dan HIV/AIDS Prov Sulsel, Sri Endang Sukarsih. Butuh jenjang karir yang cukup panjang untuk mencapai posisinya saat ini. Bermula menjadi staf Kementrian Lingkungan Hidup, yang diperbantukan di Dinas Kehutanan Pemprov Sulsel.

"Saya menapak karir sebagai PNS itu mulai dari staf. Delapan tahun saya menjadi staf yang menangani program, atau perencanaan atau programer. saya banyak belajar di situ," ujar Sri kepada Rakyatku.com, Senin (30/5/2016).

Berkisah tentang jenjang karirnya, Sri mengungkapkan, ia membangun diri untuk selalu menjadi diri sendiri. Apalagi, diawal karirnya, ia harus berada di lingkungan yang minim kaum wanita.

Bahkan ia tidak pernah menyangka akan mencapai posisi seperti saat ini. Menurutnya, berani benar dan melakukan yang terbaik, menuntunnya menjadi salah satu pegawai yang mendampingi Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limp, sampai saat ini.

"Saya punya keyakinan untuk melakukan yang benar dan terbaik. Sehingga saya selalu berpikir untuk be your self. Kita tidak boleh tergantung pada siapapun kecuali Allah SWT. Saya tidak pernah merencanakan kalau saya melakukan suatu terobosan atau perubahan, itu akan berimbas pada karir saya," kata Sri.

Disamping itu, ia mengatakan, memiliki ilmu dan jaringan yang luas, merupakan bekal dasar dalam karirnya. Karena menurutnya, kedua hal tersebut yang dapat menggiring seseorang menuju kesuksesan.

Dengan ilmu dan jaringan yang kuat, bisa membantunya dalam menghadapi tantangan-tantangan dalam pekerjaannya. Ia tidak ingin seseorang menerimanya dengan apa adanya. Tetapi ia selalu ingin, orang lain melihat dirinya karena kemampuannya.

"Saya selalu berupaya sekuat tenaga supaya saya diperhitungkan. Bukan sekedar saya sebagai Sri yang apa adanya. Tetapi saya juga harus memperlihatkan kemampuan saya, dan tentunya juga ditunjang oleh jaringan yang kuat," tegasnya.

Namun, pastinya tak mudah menjadi wanita dengan jiwa fighter. Tetapi dengan ilmu dan jaringan yang kuat, menjadi bekalnya untuk bertahan.

"Tidak mudah untuk menjadi perempuan yang bisa fighter di lingkungan yang mayoritas laki-laki. Tetapi bagaimana menjadi fighter? Saya kira memang pertama miliki ilmunya, kedua miliki jaringannya. Dua hal itu penting,"  jelas Sri.

Ingin Menjadi Motivasi Bagi Kaum Wanita

Motivasi terbesar seorang Sri adalah untuk menjadi rule bagi kaum wanita lainnya. Karena menurutnya, masih ada ketimpangan antara perempuan dan laki-laki.

Dengan ketimpangan yang ada, maka satu yang diperlukan yakni perjuangan dari kaum itu sendiri. Sehingga, apapun tantangannya, Sri enggan untuk 
membicarakan kelemahan jika ingin menyuarakan semangat pada kaumnya.

"Jika saya sendiri bicara tentang perjuangan perempuan, dan saya sendiri menunjukkan kelemahan saya berarti saya tidak bisa bicara soal itu. Karena saya harus menjadi rule bagi teman-teman perempuan," tegasnya.