Sabtu, 11 November 2017 16:22 WITA

Mengenal Padjonga Daeng Ngalle, Nasionalis Asal Takalar

Editor: Ibnu Kasir Amahoru
Mengenal Padjonga Daeng Ngalle, Nasionalis Asal Takalar
Patung Padjonga Daeng Ngalle.

RAKYATKU.COM - Padjonga Daeng Ngalle, nama yang cukup familiar bagi telinga orang Bugis-Makassar. Namun mungkin sedikit asing dalam ingatan generasi masa kini. Wajar saja, ia telah wafat sejak 3 Februari 1958 akibat sakit.

Padjonga Daeng Ngalle yang juga Karaeng Polongbangkeng ke-XII ini, merupakan salah satu tokoh yang berjuang menyatukan wilayah Sulawesi Selatan, khususnya Kabupaten Takalar menjadi bagian dari wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Padjonga Daeng Ngalle merupakan putra dari dari pasangan Hajina Daeng Masaung Karaeng Ilanga ri Mangkura (Karaeng Polongbangkeng ke-IX) dan Hapipa Daeng Ngintang. Ia besar dan dilahirkan di Kelurahan Bontokadatto, Kecamatan Polongbangkeng Selatan, Kabupaten Takalar.

Pria kelahiran 1901 silam ini, Padjonga Daeng Ngalle  memulai karir sebagai Asisten Resinden Makassar pada tahun 1928. Ia lalu diangkat sebagai Kepala Onder Distrik Moncongkomba, bergelar Gallarang Moncongkomba dan Karaeng Loloa.

Berselang tiga tahun, Padjonga Daeng Ngalle kembali naik jabatan menjadi Kepala Distrik, dengan beslit dari Residen Zuid Celebes di tahun 1931. Kemudian sempat menjabat sebagai Polongbangkeng Gunco, mulai 1942-1945.

Mengenal Padjonga Daeng Ngalle, Nasionalis Asal Takalar

Tepat 5 Desember 1945, Defactor Indonesia RI terbentuk di Borong Karamasa Ko'mara. Padjonga Daeng Ngalle Karaeng Polongbangkeng diangkat menjadi kepala pemerintah bergelar Karaeng Lompoa. Lalu menjabat sebagai Kepala Pemerintahan Negeri (KPN) Takalar.

Keterlibatan Padjonga Daeng Ngalle dalam upaya menjaga kedaulatan negara, berawal dari berita Proklamasi (17 Agustus 1945), yang disampaikan Makkaraeng Daeng Manjarungi, Paharuddin Daeng Romo, bersama Syamsuddin Daeng Ngerang, pada September 1945.

HALAMAN
1 2