Sabtu, 03 Maret 2018 22:24 WITA

Polisi Cantik Bone Sisihkan Gaji, Dirikan Tempat Mengaji

Editor: Andi Chaerul Fadli
Polisi Cantik Bone Sisihkan Gaji, Dirikan Tempat Mengaji
sumber: Tribratanews

RAKYATKU.COM - Brigadir Nuraeni merupakan Polwan yang bertugas di kesatuan Polres Bone. Dia yang dikenal gemar memberi ini telah menyisihkan gajinya saban bulan untuk mewujudkan cita-citanya mendirikan tempat mengaji.

Dikutip dari Tribratanews, Sabtu (3/3/2018), Humas Polres Bone menjelaskan, wanita kelahiran Bulukumba ini ditunjuk sebagai Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat di Kelurahan Bajoe.

Eni menjalankan tugas hingga membuatnya menjadi sosok polisi yang peduli dan peka terhadap kondisi di tengah masyarakat. Terutama berkaitan dengan pendidikan pembentukan akhlak pada anak.

Dia selalu menyisihkan gaji sebagai abdi negara demi mendirikan Taman Pendidikan Alquran (TPA) Al Ikhlas. Keinginannya itu terwujud pada September 2017.

Kini TPA yang terletak di Kampung Bajo, Kelurahan Bajoe, Kecamatan Tanete Riattang, sudah terdaftar di BKPRMI (Badan Komunitas Pemuda Remaja Mesjid Indonesia) dan KUA (Kantor Urusan Agama) Kecamatan Tanete Riattang, dengan jumlah murid sebanyak 13 orang.

Dengan sepenuh hati mengajar anak-anak masyarakat kampung bajo yang tidak mampu disekolahkan oleh orang tuanya karena keterbatasan biaya yang mayoritas berkerja sebagai nelayan. 

“Kami mencoba memberikan pendidikan menulis dan membaca hingga mengajarkan Iqro, baca tulis Al Qur’an. Alhamdulillah, sejak September 2017 sudah ada murid yang menghafal 10 surah pendek,” kata Eni.

Di sela kesibukannya sebagai pelayan, pengayom dan pelindung masyarakat, Eni merasa bahagia bisa membantu sesama yang disadari sebagai bekal menuju akhirat.

“Semuanya gratis tanpa ada pungutan uang sedikitpun. Saya berharap kedepan jumlah murid di TPA ini bisa bertambah. Dan apa yang saya lakukan saat ini bisa menjadi inspirasi untuk banyak orang,” katanya.

Ia menambahkan, tujuan didirikan TPA ini bermula dari keprihatinannya melihat akhlak generasi muda yang cenderung disibukkan dengan bermain gadget, game online, bahkan sibuk dengan media sosial. Sehingga membuat mereka lupa waktu dan tak jarang membuat mereka terjerumus pada pergaulan bebas. Oleh karenanya, membentuk generasi muda faham Alquran sangatlah penting.