Selasa, 06 Maret 2018 15:59 WITA

Kiat Sukses Chendry; dari Doorman Jadi General Manager Hotel

Editor: Andi Chaerul Fadli
Kiat Sukses Chendry; dari Doorman Jadi General Manager Hotel
General Manager Hotel Singgasana, Chendry Kusmana (kanan)

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Keberhasilan seseorang tak lepas dari semangatnya dalam berusaha. Chendry Kusmana mungkin bisa menjadi salah satu contohnya.

Dia memulai pekerjaan dari seorang doorman hingga kemudian bisa meraih sukses sebagai seorang general manager (GM) di sebuah hotel.

Disiplin dan loyalitasnya kepada pekerjaan membuahkan hasil. Menjadi seorang GM sebuah hotel merupakan pekerjaan yang membanggakan, sekaligus tantangan tersendiri. 

Banyak suka maupun duka dalam melakoninya. Apalagi ia memiliki tugas yang tidak mudah dalam proses mengembangkan sebuah hotel.

Chendry lahir di Bandung 15 April 1969, sejak awal keinginanya memang berkarir di dunia perhotelan. Bukan hal mudah baginya menduduki jabatannya sekarang. 

Jauh sebelum menjadi GM di Singgasana Hotel Makassar, ia memulai karirnya di hotel dari bawah. Siapa yang pernah menyangka jika ia memulai perjalanan kariernya di dunia perhotelan dari seorang doorman.

Awal bekerja hanya sebagai doorman tidak membuatnya merasa malu, justru menjadi doorman membuatnya terus bekerja dengan giat dan menunjukkan bahwa apapun pekerjaannya selama itu halal tetap harus disyukuri.

"Saya tidak pernah merasa malu, justru saya senang karena bisa bekerja dan mendapatkan penghasilan yang halal untuk keluarga saya," jelas dia.

Chendry bercerita, awal mulanya iya menjadi seorang GM saat dirinya memulai petualangan perhotelannya di Kamboja. Saat itu, dia memberanikan diri untuk berjauhan dari keluarnya agar bisa mendapatkan rezeki yang lebih besar. 

Tidak seindah yang iya bayangkan, awal mula menginjakkan kaki di Kamboja, Chendry justru mendapat kondisi panas usai peperangan di negara itu. 

Namun dia tidak merasa takut, meskipun sempat berputus asa dan berpikir kembali ke Indonesia. Karena tekad yang kuat ingin mendapatkan rezeki yang besar untuk keluarganya, dia memutuskan untuk melalui hari-harinya bekerja di salah satu hotel di Kamboja.

"Saya pasrah saja kala itu, tapi karena sudah ada disana jadi saya terus kan saja. Di sana juga saya baru belajar bahasa Kamboja. Jadi datang ke sana memang dengan modal nekat tapi karena saya punya keinginan yang besar untuk maju sehingga waktu demi waktu saya terus di percayakan untuk beberapa posisi hingga akhirnya menjadi GM. Sekira 11 tahun saya bekerja di Kamboja dan akhirnya memutuskan kembali di Indonesia," katanya.

Ayah tiga putri ini menuturkan, untuk menduduki jabatan GM, hal yang dilakukannya adalah kerja keras, berfikiran positif, dan ada kemauan untuk maju. Ketiga hal itulah yang menjadi kuncinya sukses seperti saat ini. 

Selain itu, Chendry mengaku dalam bekerja ia memegang prinsip disiplin waktu, mengikuti peraturan perusahaan dengan baik, meningkatkan kemampuan dengan prestasi dan fokus dalam bekerja. "Saya sejak dulu menanamkan prinsip waktu itu sangat berharga, sehingga saya orangnya memang displin waktu. Saya tidak suka menunda-nunda," singkatnya.

Ditanya mengenai tantangannya saat ini menjabat sebagai seorang GM Singgasana Hotel, Chendry bilang, banyaknya pesaing-pesaing hotel baru menjadi tantangan terberatnya. Sehingga iya menggunakan beberapa strategi untuk meningkatkan kembali okupansi dengan menghadirkan beberapa promo.

Dan juga mulai membenahi sedikit demi sedikit fasilitas dan memepercantik area sekitar hotel.

Dan terbukti selama kurang lebih enam bulan menjabat sebagai GM Singgasana Hotel Makassar, tingkat hunian di hotel ini pun meningkat, dan beberapa event pun kembali naik.

"Banyak yang harus dibenahi di sini, tapi inilah yang menjadi tantangan untuk saya. Mengubah kembali pandangan masyarakat bahawa Hotel Singgasana juga bisa bersaing dengan hotel-hotel baru dengan pelayanan dan fasilitas yang tidak akan mengecewakan. Dan ini juga yang menjadikan tolak ukur saya menilai diri saya apakah saya mampu atau tidak mengembalikan kejayaan Hotel ini," jelasnya.