Rabu, 28 Maret 2018 16:45 WITA

Anggiat Sinaga, Karena Tubuh Pendek Awalnya Jadi Tukang Cuci Piring

Editor: Al Khoriah Etiek Nugraha
Anggiat Sinaga, Karena Tubuh Pendek Awalnya Jadi Tukang Cuci Piring
General Manager Clarion Convention & Hotel, Anggiat Sinaga saat makan siang bersama Direktur Rakyatku.com, Subhan Yusuf.

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Menjabat sebagai General Manager Clarion Convention & Hotel dan CEO Phinisi Hospitality, tidak diperoleh Anggiat Sinaga secara instan.

Usaha yang kuat dan mental baja jadi bekal seorang Anggiat berhasil meniti karir dari bawah. Awalnya, ia hanya seorang loper koran.

Tidak gengsi, Ia tetap memberikan usaha terbaik pada pekerjaannya tersebut. Bahkan, mencari hikmah dari setiap profesi yang dijalani.

"Waktu saya jadi loper koran, saya manfaatkan untuk tambah wawasan," kata Anggiat saat menerima kunjungan silaturrahmi Manajemen Rakyatku.com, di Hotel Clarion, Rabu (28/3/2018).

Dari pengalaman itu, Anggiat belajar untuk menghargai setiap profesi. Ya, pengalaman merupakan guru terbaik untuk memperkuat kualitas diri. Hal itu yang ditanamkan Anggiat pada dirinya sendiri.

"Jangan menyepelekan setiap profesi. Karena, melalui sebuah proses tentu memiliki beda kompetensinya, dengan orang yang langsung berada 'di atas'. Lakukan dengan total, apapun profesi kita," katanya.

Memasuki dunia perhotelan, jalan Anggiat semakin berat. Bukan karena persaingan, tetapi kekurangan fisik yang sering dipandang sebelah mata. Tinggi badan hanya 154 cm, membuatnya sering diremehkan. Karena alasan itu pula Anggiat ditempatkan sebagai pencuci piring saat mendaftar di sebuah hotel.

Tidak hanya itu, Anggiat mengaku, komentar-komentar "tidak enak" juga sering mampir di telinga nya terkait kekurangan fisiknya itu.

"Tapi saya tidak menyerah. Mungkin orang lain jika mengalami hal seperti itu akan langsung drop, atau mengungkapkan bahasa yang kasar," ungkap Ketua PHRI Sulsel ini.

Dari sederet pengalaman yang ia bagikan kepada Manajemen Rakyatku.com, lelaki kelahiran Sumatera Utara, 11 Juli 1967 ini pun menekankan agar tidak memandang rendah sebuah pekerjaan, sekecil apapun itu.

"Jangan pernah berpikir bahwa pekerjaan atau posisi adalah sebuah sambilan. Karena, hal itu merupakan proses dari sebuah perjalanan, untuk menjadi lebih baik kedepannya," tutupnya.